A
 
Cegah Karies Sejak Dini, Jurusan Kesehatan Gigi Gelar PKM di SDN 12 Puhun Pintu Kabun Bukittinggi
Admin (CI)
12/10/2026 10:15 WIB
Edukasi Kesehatan Gigi dan Tindakan Preventif Fissure Sealant untuk Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Gigi Murid

Bukittinggi, 19 Agustus 2026 — Jurusan Kesehatan Gigi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Pencegahan Karies Gigi dengan Tindakan Promotif dan Preventif pada Murid di SDN 12 Puhun Pintu Kabun Kota Bukittinggi.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan upaya pencegahan masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah.

Kegiatan PKM dipimpin oleh Aflinda Yenti, S.Si.T., M.Kes selaku ketua pelaksana, dengan Muhammad Faisal, S.Si.T., M.Kes sebagai anggota. Kegiatan juga melibatkan 5 orang mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi.

Fokus pada Promotif dan Preventif

Anak usia sekolah merupakan kelompok yang penting dalam upaya pencegahan karies gigi. Pembentukan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini diharapkan dapat membantu anak mempertahankan kesehatan giginya serta mengurangi risiko terjadinya masalah gigi dan mulut.

Dalam kegiatan ini, tim PKM memberikan edukasi kesehatan gigi dan mulut dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh murid sekolah dasar. Materi edukasi meliputi pengenalan karies gigi, penyebab dan faktor risiko karies, pemilihan makanan dan minuman yang mendukung kesehatan gigi, pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut, serta cara dan waktu menyikat gigi yang benar.

Selain tindakan promotif melalui edukasi, kegiatan juga dilengkapi dengan tindakan preventif berupa fissure sealant pada gigi murid yang memenuhi indikasi.

Fissure sealant merupakan tindakan preventif yang dilakukan dengan menutup pit dan fissure yang dalam pada permukaan gigi untuk membantu mencegah terjadinya karies pada area yang relatif sulit dibersihkan.

Edukasi Dibuat Interaktif

Agar materi lebih mudah diterima oleh murid, penyampaian edukasi dilakukan secara komunikatif dan interaktif. Murid diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan, menyampaikan pengalaman, dan berdiskusi mengenai kebiasaan mereka dalam menjaga kesehatan gigi.

Tim juga memberikan penguatan mengenai pentingnya menyikat gigi secara teratur, terutama pada waktu yang tepat, serta membatasi konsumsi makanan dan minuman manis yang dapat meningkatkan risiko terjadinya karies.

Pendekatan interaktif tersebut diharapkan dapat membantu murid memahami bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya dilakukan ketika mengalami sakit gigi, tetapi merupakan kebiasaan yang perlu dilakukan setiap hari.

Mahasiswa Turut Berperan Aktif

Sebanyak 5 mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi turut dilibatkan dalam kegiatan. Mahasiswa membantu berbagai tahapan pelaksanaan, mulai dari persiapan kegiatan, pengorganisasian peserta, pendampingan murid, edukasi kesehatan gigi, persiapan alat dan bahan, dokumentasi, hingga membantu kelancaran kegiatan preventif.

Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan sehingga mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan kesehatan gigi secara langsung di lingkungan sekolah.

Selain itu, mahasiswa juga belajar membangun komunikasi dengan anak usia sekolah, bekerja dalam tim, memberikan edukasi kesehatan, dan mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan gigi berbasis masyarakat.

Ketua PKM: Pencegahan Harus Dimulai Sejak Dini

Ketua pelaksana PKM, Aflinda Yenti, S.Si.T., M.Kes, menekankan pentingnya membangun kesadaran kesehatan gigi sejak usia sekolah.

«“Pencegahan karies perlu dimulai sejak dini melalui peningkatan pengetahuan, pembentukan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut, serta tindakan preventif sesuai kebutuhan. Anak-anak perlu memahami bahwa kesehatan gigi merupakan bagian penting dari kesehatan secara keseluruhan.”»

Menurutnya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat di sekolah tidak hanya berorientasi pada pemberian tindakan, tetapi juga pada pembentukan perilaku kesehatan yang dapat diterapkan oleh anak dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya, murid dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan di rumah dan di sekolah. Dukungan guru dan orang tua juga sangat penting agar kebiasaan baik tersebut dapat dipertahankan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dukungan Sekolah Menjadi Bagian Penting

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari pihak SDN 12 Puhun Pintu Kabun Kota Bukittinggi. Dukungan sekolah menjadi bagian penting dalam kelancaran kegiatan, terutama dalam mengoordinasikan murid dan menciptakan suasana yang mendukung pelaksanaan edukasi maupun tindakan preventif.

Kolaborasi antara institusi pendidikan kesehatan dan sekolah diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Membangun Generasi dengan Senyum Sehat

Melalui kegiatan PKM ini, Jurusan Kesehatan Gigi berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan gigi dan mulut anak usia sekolah.

Kombinasi antara promosi kesehatan melalui edukasi dan pencegahan melalui tindakan fissure sealant diharapkan dapat memberikan manfaat langsung sekaligus meningkatkan kesadaran murid untuk menjaga kesehatan gigi secara mandiri.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara dosen, mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan perilaku hidup sehat.

Dengan semangat “Cegah Karies Sejak Dini, Wujudkan Senyum Sehat Anak Indonesia,” kegiatan PKM di SDN 12 Puhun Pintu Kabun diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun generasi yang lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan gigi dan mulut.

---

📌 INFO KEGIATAN

Kegiatan: Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
Tema: Pencegahan Karies Gigi dengan Tindakan Promotif dan Preventif
Sasaran: Murid SDN 12 Puhun Pintu Kabun Kota Bukittinggi
Tempat: SDN 12 Puhun Pintu Kabun, Kota Bukittinggi
Tanggal: 19 Agustus 2026
Ketua: Aflinda Yenti, S.Si.T., M.Kes
Anggota: Muhammad Faisal, S.Si.T., M.Kes
Mahasiswa: 5 orang mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi
Kegiatan utama: Edukasi kesehatan gigi dan tindakan preventif fissure sealant
menghubungi server
Q
test